Rabu, 11 November 2015

Pengumuman Top 10 Duta Lingkungan

Foto: File BLH kota Pekanbaru
Ini adalah hari Kamis yang penuh berkah. Setelah berminggu-minggu menunggu, Alhamdulillah, aku terpilih sebagai 10 besar Duta Linkungan Hidup kota Pekanbaru. Okta yang mengabariku ketika aku menyapanya saat dia menjadi MC dalam acara Harmoni Sejuta Karya.
"Kak, kita lolos loh top 10 Duta Lingkungan," katanya.
"Masa iya? Kok Kakak nggak dapat kabar?" tanyaku.
"Kata Kakak yang menghubungi Okta tadi, titip pesan juga untuk kakak dan Putri. Mungkin mereka udah nelvon Kakak, tapi tak Kakak angkat-angkat," jelas Okta.
"Ohhh..gitu. Makasih infonya ya Dek." Aku baru sadar kalau HPku tertinggal di kosan. Mungkin benar pihak BLH sudah menghubungi, tapi tak ada jawaban dariku sehingga menitipka pesan kepada Okta.
"Besok kita pembekalan di BLH jam 08.30wib, Kak. Pakai kemeja putih, pakai sepatu cats dan pakai celana jeans loh Kak!"
"Seriuslah Dek? Mesti gitu pakai celana jeans?"
"Iya, tadi Okta dibilangin gitu."
Aku termenung sejenak. Hati menolak. Tapi, apakah ketentuan ini tak bisa lagi ku elak?
"Gimana tuh Cek?" tanya Okta.
Ku tarik nafas dalam-dalam dan ku hembuskan sampai hati lega, "Kalau memang nggak bisa lagi dinego ketentuannya, Kakak ikhlas mengundurkan diri Dek," kataku kemudian. Aku sadar dengan apa yang ku ucapkan ini. Daripada harus menentang idealisme, lebih baik aku mengalah.

Sore harinya, aku menghubungi BLH dan mencoba bernegosiasi tentang pakaian. Alhamdulillah, hasilnya sesuai dengan prasangkaku, aku diperbolehkan memakai rok. Sejak Okta mengabarkan tadi, sebenarnya aku sudah yakin dan optimis bahwa ketentuan ini masih bisa dinego. "Aku sesuai prasangka hambaku," kata Allah kepada kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar