Kamis, 26 November 2015

Khazanah Sastra Hijau

Foto: Google Image
Kerusakan BUMI adalah kerusahan bagi seluruh warga DUNIA. Sebab, kita bertempat dan menetap di BUMI bersama makhluk hidup lainnya. Dan, saat ini bumi sedang terancam kehancurannya karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dalam mengeksploitasi sumber daya alamnya. Tapi, kita belum terlambat untuk menyelamatkannya. Sudah tiba masanya kita secara individu maupun secara instusi bergerak, bekerja secara serius sesuai porsi dan kapasitas masing-masing. Salah satu upayanya adalah melalui gerakan kultural yaitu dengan memanfaatkan sastra, baik dalam puisi, cerpen, essay maupun karya lainnya. Melalui tulisan, seluruh pembaca dari seluruh penjuru dunia dapat tersentuh dan terketuk hatinya tanpa merasa digurui atau menggurui.

Dalam rayakultura.net, dijelaskan bahwa SASTRA HIJAU adalah tulisan yang menawarkan inspirasi dan ajakan untuk menyelamatkan bumi dengan berbagai cara dan strategi kreatifnya. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, China dan beberapa negara di benua Eropa seperti Swedia, Inggris, Swiss, Belanda dan Jerman telah menjadikan SASTRA HIJAU ini sebagai gerakan yang masiv. Di Indonesia, SASTRA HIJAU dimonitori oleh PERHUTANI dalam bentuk penerbitan buku yang berisi arahan dan cara menulis fiksi hijau beserta contoh-contohnya.


"Suarakanlah kepedulianmu terhadap lingkungan! Jika tidak mampu bersuara dengan mulut, masih ada tulisan yang bisa ditulis" (Elysa_RA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar