![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
"Sebelum acara ini dimulai, saya mengucapkan selamat kepada kesepuluh calon Duta Lingkungan Hidup kota Pekanbaru yang telah terpilih. Kami telah melakukan penyeleksian secara ketat dan cermat dari berkas sampai dengan presentase yang telah kita lalui. Sekali lagi selamat! Dan, kami sangat berharap Duta Lingkungan yang nantinya terpilih bisa membanggakan dan pantas dibanggakan. Oleh sebab itu, kami merasa sangat butuh untuk membekali Adik-adik dengan wawasan tentang lingkungan hidup dan juga public speaking pada hari ini. Silahkan ilmu yang telah didapat hari ini Adik-adik kembangkan sendiri, diupgrade lagi supaya kapasitas kita pun meningkat..." tutur bu Elma dalam pembukaan acara pagi ini.
Kami menyimak dengan seksama setiap materi dan nasehat yang disampaikan. Suasana semakin kondusif ketika satu per satu dari kami mengangkat tangan untuk bertanya, sehingga komunikasi 2 arah pun terjalin. Adapun materi luar biasa yang disampaikan dalam pembekalan ini adalah...
1. Konservasi Air
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
"...Ketika banjir, biasanya konsep penanggulangan yang pertama kali dilakukan adalah Drainase. Sebenarnya ini keliru. Yang pertama kali harus dilakukan adalah bagaimana caranya air hujan itu diserap sebanyak mungkin ke dalam tanah, sisanya barulah dialirkan ke Drainase. Karena, kalau langsung dialirkan ke Drainase, berarti air terbuang begitu saja tanpa terserap ke tanah. Upaya yang bisa dilakukan untuk menyerapnya ke dalam tanah ya salah satu contohnya adalah dengan Lubang Biopori dan sumur resapan. Siapa yang kemarin mengangkat tentang lubang biopori ini?" tanya pak Saundhi sambil mengedarkan pandangan kepada kami.
aku mengangkat tangan dan menyebutkan nama. Kemudian pak Suandhi kembali melanjutkan pemaparannya tentang siklus hidrologi dan metode pembuatan lubang biopori.
2. Limbah B3
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
"...nah, lampu yang kita gunakan adalah salah satu limbah B3. Selain itu, baterai HP, baterai jam, aki, dan oli kendaraan juga termasuk limbah B3. Kebanyakan bengkel-bengkel yang kita temui kan membuang oli kendaraan begitu saja ke tanah atau parit, nanti Adik-adik harus berani menegurnya ya karena itu bisa mencemari lingkungan," tutur bu Jasmiyati.
Aku berfikir keras dalam mencerna kalimat bu Jasmiyati tersebut; Apa yang akan kita ajarkan kepada mereka setelah kita melarang mereka Bu?. Ah... kemudian aku menyadari 1 hal; Ternyata masih banyak sekali yang harus kita lakukan!
3. Public Speaking
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
Ini adalah kedua kalinya aku mendapat ilmu dari pak Pradonggo dalam konteks yang sama; Public Speaking. Ia adalah Government Specialist PT. Chevron Pacific Indonesia. Senang sekali rasanya bisa bertemu lagi dengannya karena pertemuan pertama setahun yang lalu ternyata meninggalkan kesan yang luar biasa. Selain kharismatik, ilmu yang disampaikannya juga sangat kontekstual dengan zaman.
"Pak, Okta mau bertanya. Ketika Okta menjadi MC di berbagai panggung besar, Okta sama sekali nggak grogi. Kata-kata itu rasanya mengalirrr ajaa. Tapi, kalau sedang tampil dan diberi pertanyaan di atas panggung, kok lidah ini tiba-tiba kelu ya Pak? Mohon penjelasannya Pak," pinta Okta.
"Lihat fokusnya. Sudah berbeda. Ketika menjadi MC, anda berfokus kepada apa yang akan anda sampaikan. Tapi ketika ditanya di atas panggung, anda berfokus pada apa yang akan orang tanyakan. Beda sekali kan? Maka, anda harus mempelajari key message dari apa yang yang anda sampaikan. Jadi, apapun yang akan ditanyakan kepada anda, anda sudah punya jawaban pusaka," jelas pak Onggo.
Pak Onggo juga menjelaskan bahwa keterampilan mendengar tidak boleh disepelekan. Semua orang bisa saja menjadi pembicara hebat, tapi belum tentu bisa menjadi pendengar yang baik. Dan, inti komunikasih itu sebenarnya adalah pergantian peran antara menjadi Pendengar dan Pembicara. Maka, sebenarnya debat itu tida cocok jika dinamakan komunikasi, karena masing-masing pihak hanya berfokus untuk 'membalas' pernyataan lawannya. *menari sekali, Pak!
4. Pencemaran Udara
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
"Ada 3 stasiun pemantau udara di Pekanbaru, yaitu di Panam, di Sukajadi dan di Rumbai. Ketiga stasiun ini bekerja selama 24 jam penuh dalam 3 kali perata-rataan input data setiap 8 jam sekali. Jangan sampai pula kalian kayak kemarin, ada mahasiswa yang mendemo saya ya! Kalian itu belum tahu ilmunya sudah main demo aja, kalau tak tahu datanglah ke kantor saya bias saya tunjukkan pada anda prosesnya," tutur pak Syahrial dengan gaya kocaknya.
Kami berulang kal tertawa dibuatnya karena cara penyampaiannya yang unik tersebut. Benar-benar ampuh mengusir kantukku apalagi ini memang timing-nya istirahat siang. hehee..
5. Bank Sampah
![]() |
| Foto: Koleksi Pribadi |
Materi terakhir pada hari ini disampaikan oleh bu Elmawati ST, MM sebagai Kabid Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan Lingkungan, Elmawati. Bu Elma ini tak kalah luar biasa. Ia merupakan pemrakarsa Bank Sampah Bukit Hijau Berlian di Kecamatan Tampan. Berkat inisiatifnya itu, ia telah berhasil menggerakkan warga di sekitar tempat tinggalnya untuk memilah sampah sesuai jenisnya dan menjualnya ke Bank Sampah yang dia dirikan tersebut.
"Intinyaa... dalam menyelamatkan lingkungan ini yang dituntut adalah kreativitas dan inovasi kita. Poin penting dari penanggulangan sampah itu berada pada PEMILAHANnya. Karena, kalau semua jenis sampah sudah bercampur-aduk, sulit untuk memanfaatkannya lagi. Pemulung pun jijik memungutnya, kita pun jijik mengumpulkannya lagi kan? Dan, upaya ini dimulai dari menejemen sampah-sampah rumah tangga. Kalau sampah rumah tangga ini berhasil diminimalisir, otomatis sampah yang akan dibuang ke TPA pun akan berkurang," tutur bu Elma.
Luar biasa, fikirku. Aku jadi teringat dengan tumpukan kertas di kosan yang belum juga ku putuskan untuk dijual atau dibuang, masih ku peliharan. Setelah mendengar penjelasan bu Elma barusan aku jadi terfikir untuk menciptakan Bank Sampah juga. Aku kembali teringat juga bahwa sudah lama sekali aku bercita-cita ingin menjadi pengusaha Sampah. Selain menyelamatkan lingkungan, menciptakan lapangan pekerjaan, juga akan memberi kebebasan finansial. aamiinnn ya Allah...






Tidak ada komentar:
Posting Komentar