Senin, 23 November 2015

Berlatih Berdiri dan Berbicara di atas Panggung

Foto: Koleksi Pribadi
Mbak Dinda dan bang Angga membimbing kami tentang bagaimana caranya berdiri layaknya seorang model di atas panggung. Meskipun ini tidak menjadi bagian dari penilaian, tapi sebagai penyempurna panggung, kami harus tetap mengetahui ilmunya.
"Untuk yang laki-laki, kalian tidak perlu berwajah sangar seperti orang marah ya, cukup serius saja rautnya. Serius dengan marah beda loh ya! Untuk yang cewek, pakailah high heels, supaya tulang punggung kita lurus dan lebih cantik ketika berpose," jelas mbak Dinda.
"Gimana caranya supaya kita nggak grogi yang berlebihan di atas panggung?" tanya salah seorang dari kami.
"Itu hanya bisa dilatih. Ilmunya banyak banget, di internet pun kami bisa baca-baca sendiri. Tapi, yang jelas itu harus dilatih. Dan, cara instannya adalah dengan mengganggap penonton itu tidak ada yang lebih hebat dari kamu. Sehingga ketika menjawab pertanyaan juri, kamu nggak perlu takut apakah jawabanmu salah dan akan diketawakan oleh penonton. Lagian sebenarnya yang dilihat oleh penonton itu bukan jawaban kamu kok, tapi bagaimana cara kamu menjawabnya," pungkas bang Angga.

Meskipun gerimis masih merintik dari langit Pekanbaru, tapi kami nekat menerobosnya setelah pembekalan selesai. Tujuan kami selanjutnya adalah fiting baju di ZOYA, komplek Sudirman City Squere. Baju ini akan kami gunakan untuk naik panggung yang pertama kali sebelum menggunakan baju daur ulang. Ke-7 peserta lainnya pun akan diundang dan naik panggung bersama kami dengan menggunakan baju dari ZOYA juga. Wish us luck, guys!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar